iklan banner
iklan banner

Inilah Catatan Gerhana Matahari 5.500 Tahun Lalu (II)

Peneliti Jack Roberts dan Martin Brennan memperhitungkan bahwa matahari menyinari ruangan monumen pada 1 November dan 2 Februari, tanggal-tanggal pertengahan antara titik balik matahari (solstice) dan ekuinoks (equinox).

Tanggal 1 November merupakan akhir musim panas, dan peristiwa itu menjadi asal-usul dari kata Samhain. Bangsa Kelt purba kemudian mengukir kejadian gerhana itu, memandang Samhain sebagai awal musim dingin. Dalam kalender Kristen, tanggal itu disebut sebagai All Saints Day.

Tanggal 2 Februari disebut sebagai Imbolc, pertengahan antara titik balik matahari pada saat musim dingin dengan ekuinoks musim semi. Nama Imbolc (susu domba) merujuk kepada mulainya penggembalaan domba di sana.

Bangsa Kelt menyebutnya Festival Cahaya dan menyalakan setiap lilin dan lampu di dalam rumah untuk merayakan kelahiran kembali sang matahari.

Dalam kalender Kristen, tanggal itu dirayakan sebagai Candlemas. Di Irlandia, tanggal itu dikenal dengan St Brigit's Day. Belakangan, tradisi Kristen juga merayakan tanggal 2 Februari dengan cahaya. Pada tanggal itu, lilin-lilin dinyalakan di dalam gereja untuk merayakan kehadiran Yesus Kristus di Bait Suci di kota Yerusalem.

Menurut Almanac.com, “Hari itu disebut juga dengan Brigantia, yang adalah dewi cahaya bangsa Kelt dan merujuk kepada setengah perjalanan matahari dari titik balik musim dingin ke ekuinoks musim semi.”

Imbolc juga disebut dengan Hari Brigit. Kata Brigit berarti Sang Terang (The Bright One). Dewi matahari ini berkuasa atas alat tempa dan perapian, tanaman, ternak dan alam, sekaligus menjadi ilham bagi kesenian dan kerajinan, seperti yang dilaporkan melalui Celticatlanta.com. Dewi Brigit ini kemudian terserap ke dalam daftar orang suci versi Katolik sebagai Santa Brigit.
Pemandangan ke arah utara ruang Cairn I ke Cairn L. Ada Cairn J di sebelah kiri L. Lalu tampak Cairn K di sisi kanan. (Sumber carrowkeel.com)
 
Brennan dan Roberts juga mengamati bahwa matahari mungkin tidak menyinari ruang monumen pada saat Samhain dan Imbolc sewaktu bangsa Kelt membangun monumen itu pada 3340 SM.
Tak hanya itu, Brennan dan Roberts juga menyimak keberadaan bulan purnama yang menerangi ujung dasar bebatuan dan menyinari mangkuk di ujung bebatuan pada 26 Agustus 1980. Saat itu, cahaya bergerak sepanjang ruang hingga menerangi Batu Berbisik (Whispering Stone).

Menurut Irish Central, “Gerhana matahari pada 3340 SM adalah satu-satunya gerhana matahari yang cocok dengan 92 gerhana dalam sejarah yang telah dilacak oleh pakar perbintangan purba, Paul Griffin.”

“Tanpa adanya teknologi seperti sekarang yang dapat membantu para pakar modern, bangsa Irlandia purba mendirikan struktur kompleks itu agar bisa bertahan hingga lebih dari 5.000 tahun, dengan keakuratan sedemikian rupa sehingga masih memiliki fungsi astronomi hingga sekarang ini.”

Di dalam 'Cairn L' ada sebuah pilar batu setinggi 2,7 meter yang disebut sebagai Batu Berbisik. Laporan Irish Central menduga ruang dibangun untuk melindungi Batu Berbisik tersebut.

(Sumber: Liputan6.com)
0 Comments