Published: 11:47:00 AM
Kata bahaya
dalam judul tidak pake tanda kutip, karena memang jelas dan bisa
dipastikan untuk mendapatkan perhatian serius. Bahwa ada pendidikan
moral yang keliru dan salah kaprah, bahkan bisa tertanam di mindset
bernuansa negatif untuk para penggemarnya.
Ditulis oleh : Hendrik Riyanto
Mungkin
bagi tingkatan orangtua yang menonton, bisa melihat serta menilai dari
berbagai sudut pandang sosial, tapi akan lain lagi bila untuk para ABG
yg masih labil! Berawal dari kesukaan anak perempuan saya ( fans film
India), setiap pulang sekolah langsung standy by selama 2,5 jam
(senin-jumat) dan 3 jam (sabtu-minggu).
Bayangkan
penayangan yang begitu lamanya, setiap hari tanpa ada jeda waktu yang
terlewati. Sehingga saya penasaran, seperti apakah film tersebut? dan
akhirnya saya turut mendampingi beberapa episode, dan kalau tidak nonton
maka anak menceritakan seperti apa jalan ceritanya.
Dan atas apa yang saya saksikan, sungguh sebuah tayangan yang miris. Berikut sedikit Kesimpulannya:
1.
Pada awal tayang menceritakan kisah tentang anak mungil dari kampung
(icha kecil) dengan berbagai alur ceritanya. Mungkin bisa dibilang itu
pas untuk ditonton anak disaat pulang sekolah. Bahkan Icha kecil
mempunyai impian ingin menjadi orang besar, tapi tiba-tiba jalan cerita
begitu mudah dibalikan menjadi kisah tentang Icha dewasa. lalu apa sisi
negatifnya? Jika dilihat kelanjutannya, Icha hanya penuh kerumitan
tentang cinta segitiganya. Lalu impiannya hanya dianggap angin lalu,
yang mana dampaknya : penonton tingkat anak/ remaja yg labil, bisa saja
"mengikuti" bagaimana tokoh utama yang begitu mudah melepas masa depan
hanya demi keinginan semu?
2.
Icha kecil merupakan gadis penurut dan pintar, tapi disaat dewasa
menjadi gadis yang "ditokohkan" alim tapi keras kepala. Ibunya yang
begitu baik seringkali ditentang dan dibantah, dan ayah angkatnya yang
begitu bijaksana pun sering kali tak dianggap (bahkan dibohongi dari
belakang dalam kisah pernikahan palsunya). terlepas dari apapun tujuan
dan maksud seorang anak, tetap saja orangtua ingin yg terbaik bagi masa
depannya. Selain itu, sebuah kesalahan (dosa besar) bila menentang
orangtua yang membesarkan dengan susah payah, lalu hanya demi cinta
keluarga dilawan! Bahkan, ibunya beberapa kali harus tunduk atas
"permintaan bodoh" anaknya, jika tidak dituruti memberikan ancaman akan
kabur. Dampaknya: penonton anak/remaja bisa saja mengikuti cara seperti
itu, karena dianggap cara bagus untuk mewujudkan hasrat/keinginan.
3.
Tokoh Tapasya ( anak dari bapak angkatnya), merencanakan pembunuhan
untuk Icha dengan memanfaatkan mantan pacarnya. Bayangkan saja, demi
perasaan yang berlebihan sehingga menghalakan segala cara walau harus
menghilangkan nyawa saudara angkatnya? Sebuah peringatan keras atas apa
yang ditayangkan film serial tersebut. Dampaknya: bisa saja anak/remaja
yang menonton mempunyai tanggapan, bahwa membunuh merupakan cara terbaik
menyelesaikan dendam/ cemburu/ sakit hati/ atau hal negatif lainnya.
4.
Tokoh Icha yang begitu menyayangi saudarinya Tapasha (walau bertepuk
sebelah tangan), begitu mudah menurut dan patuh, dijodohkan dengan
pemabuk manggut-manggut saja walau ibunya menentang (tapi gagal ), lalu
detik-detik akan dinikahkan dengan pria idamannya, malah mau juga
digantikan oleh Tapsya padahal ibunya memohon bertekuk lutut jangan
dilakukan. Kemudian yang terbaru dijodohkan dengan pecandu narkoba juga
mau, padahal ibunya bersedih karena tidak setuju (ntah apa kelanjutannya
). Yang membuat bingung adalah, Icha sebagai gadis baik tapi ibu
sendiri (meski seorang pembantu) tidak dihargai dan dihormati sama
sekali? dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa saja memikirkan bahwa,
toh gadis baik-baik juga membenarkan untuk melawan ibu kandungnya?
Bukankah dalam ajaran agama manapun, seorang ibu sangat tinggi
kedudukannya!
5.
Tokoh Icha kerap kali membohongi dan menutupi segala kejadian dari
orangtuanya, padahal yang terkena dampaknya ialah semua keluarga. Yang
kita ketahui dalam dunia realita, anak yang yg benar-benar baik dan
alim, senantiasa mengutamakan kejujuran walau sepahit apapun, serta
selalu terbuka atas segala masalah kepada kepada orangtua. Dampaknya:
anak/remaja yang menonton bisa beranggapan bahwa, bohong dan tertutup
merupakan sikap yang tepat dalam menjalani kehidupan!
6.
Tokoh Tapasya mencoba bunuh diri dengan berusaha memotong urat nadi,
karena ada keinginan yang tidak bisa didapatkannya yaitu cinta seorang
lelaki. dan tokoh Frans mencoba bunuh diri dengan meloncat dari atas
rumah, alasannya pun sama karena khawatir gagal mendapatkan cinta
seorang wanita. Dampaknya: Upaya bunuh diri bisa dianggap sebagai solusi
jitu menekan orangtua, karena dalam film uttaran memperlihatkan
"keberhasilan" dengan cara seperti demikian
7.
Film serial Uttaran tidak mendapatkan label khusus 17 tahun keatas,
atau mendapatkan peringatan wajib didampingi orangtua. padahal jika
disimak dalam film tersebut, yang namanya label bukan untuk sekedar
adegan bersifat seksual semata (sensor dada), tapi tentang prilaku
kekerasan (pembunuhan, mabuk2an, narkoba) dan pendidikan moral yang
keliru pun harus diperhatikan! Apalagi Uttaran berawal untuk anak-anak
kemudian meloncat jadi tayangan film dewasa..
--
Dari apa yang saya sampaikan diatas, maka saya secara pribadi langsung
menyuruh anak tidak lagi menonton film tersebut. Kemudian memberikan
bimbingan untuk meluruskan apa saja yang salah selama penayangan,
sehingga jangan sampai mempengaruhi pola pikirnya! Apalagi namanya
anak/remaja mempunyai daya ingat kuat, dalam menyerap apapun yang
dilihat serta didengarnya..
Sungguh
peran penting orangtua dalam memantau apa yang dilakukan/ dikerjakan
anak, haruslah jadi prioritas utama dalam pendidikan dirumah. Karena
tayangan televisi serta internet sudah semakin sulit diawasi oleh
pihak-pihak terkait, apalagi pihak pengelola siaran mengutamakan bisnis
dan rating, tapi sering sekali mengesampingkan efek negatif dari apa
yang ditampilkan.
--
Note: Pihak sensor yang paling terbaik untuk anak, bukanlah Menkominfo
dan ataupun media. Melainkan kita sebagai orangtua, yang wajib dan
ekstra ketat dalam menjaga mata dan telinga anak dari segala sesuatu
yang ditontonnya..
Ditulis oleh : Hendrik Riyanto
Sumber : http://www.kompasiana.com/heryanto123/uttaran-di-antv-tontonan-bahaya-bagi-mindset-anak_568c33bd3dafbddc1648a066
Bantu share/sebarkan informasi penting ini, agar anak-anak kita terhindar dari keburukan-keburukan yang telah disebutkan di atas.
Bantu share/sebarkan informasi penting ini, agar anak-anak kita terhindar dari keburukan-keburukan yang telah disebutkan di atas.



0 Comments